Mengetahui Risiko Investasi Agar Tidak Rugi di Tahun 2022

2 min read

Risiko Investasi – Investasi pada dasarnya menguntungkan, keuntungan yang dihasilkan lebih tinggi daripada menyimpan uang di tabungan. Namun, di balik manfaat berinvestasi, ada beberapa Risiko Investasi yang seringkali tidak disadari oleh banyak investor.

Ketahui Risiko Investasi

Meski dengan melakukan investasi menjanjikan keuntungan yang lebih menggiurkan, namun investasi jangka pendek terkadang dibutuhkan sebagai jaminan saat anda membutuhkan dana dalam waktu yang tidak terlalu lama. Berikut ini Risiko Investasi saham atau investasi jangka pendek yang harus diwaspadai misalnya seperti:

Risiko Investasi Agar Tidak Rugi

Risiko Pasar

Risiko pasar merupakan salah satu risiko investasi ini dapat menimpa banyak instrumen investasi, misalnya dari obligasi, saham, deposito, obligasi, saham dan reksa dana. Jadi anda harus mengetahui dan memahami resikonya agar tidak rugi besar nantinya.Ada beberapa risiko yang tergolong risiko pasar, yaitu:

  • Risiko ekuitas, risiko ini biasanya terjadi pada saham dan reksa dana. Risiko ini muncul karena turunnya harga pasar saham.
  • Risiko suku bunga, risiko ini umumnya terjadi pada surat utang atau obligasi. Risiko mata uang, risiko ini dapat terjadi karena Anda berinvestasi dalam mata uang domestik atau asing. Pergerakan mata uang yang menguat atau melemah mempengaruhi nilai investasi yang Anda lakukan.

Risiko Likuiditas

Risiko investasi ini menyebabkan Anda tidak dapat menjual investasi Anda, seperti menjual saham dengan harga wajar dalam waktu singkat. Bahkan jika Anda ingin menjual, Anda harus menjual dengan harga terendah agar dapat menghasilkan uang dengan cepat. Tentu saja menjual dengan harga murah membuat Anda rugi dalam berinvestasi.

Baca Juga : 5 Cara Investasi Properti Tanpa Modal yang Wajib Diketahui

Risiko Inflasi

Risiko investasi ini dapat terjadi jika Anda memilih untuk berinvestasi pada obligasi. Lain halnya dengan investasi saham. Risiko inflasi memiliki dampak negatif yang lebih kecil. Bahkan, ada kecenderungan harga saham naik saat inflasi naik. Hal ini dikarenakan perusahaan akan menaikkan harga produknya sesuai dengan besarnya inflasi.

Risiko Konsentrasi

Risiko investasi ini dimaksudkan karena Anda berinvestasi hanya pada satu pilihan instrumen. Idealnya, Anda harus berinvestasi pada beberapa pilihan instrumen investasi. Sebagai contoh, katakanlah Anda berinvestasi di saham, sebaiknya Anda tidak menaruh dana di satu saham saja. Tempatkan juga dana Anda di saham lain. Dengan begitu, kerugian di satu saham bisa ditutupi oleh keuntungan di saham lain.

Risiko Investasi Agar Tidak Rugi 2

Risiko Kredit

Risiko kredit yang dimaksud di sini adalah risiko yang dialami oleh perusahaan yang mengambil kredit atau pinjaman untuk tujuan mengembangkan usahanya. Salah satu sumber pinjaman korporasi adalah obligasi. Memiliki obligasi memang menguntungkan. Hal ini dikarenakan besarnya pengembalian instrumen investasi ini lebih besar dibandingkan dengan deposito.

Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Pergerakan nilai tukar mata uang atau valuta asing yang dinamis mempengaruhi perubahan nilai investasi yang ditanamkan. Hal ini oleh perubahan kurs valuta asing di pasaran yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, terutama pada saat konversi disebabkan oleh mata uang domestik.

Risiko Wabah Penyakit

Selanjutnya, ada wabah penyakit yang sedang dialami warga di seluruh dunia akibat Covid-19. Dampaknya sangat terasa, terutama di pasar saham dunia yang mengalami penurunan tajam.Sebut saja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun lebih dari 20 persen.Sementara emiten perbankan besar, seperti Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank BCA tak luput dari penurunan harga saham lebih dari 5 persen.

Baca Juga : Memahami Tentang GSC Investasi yang ada di Indonesia

Risiko Pajak

Risiko yang terakhir ini memang gak bisa dihindari. Sebagai warga yang baik, anda memiliki kewajiban kewajiban dalam hal perpajakan saat berinvestasi. Sayangnya, struktur pajak di Indonesia relatif masih sederhana karena jumlah wajib pajak perorangan (bukan badan usaha) yang relatif belum banyak.

Risiko Investasi Jangka Pendek

Berikut ini risiko investasi jangka pendek yang bisa Anda pilih adalah:

Risiko Investasi Agar Tidak Rugi 3

Penghematan

Mungkin ini adalah bentuk investasi yang paling familiar di masyarakat. Anak-anak juga bisa membuka tabungan di bank. Uang dalam tabungan mudah ditarik, dan Anda dapat menutup investasi kapan saja. Namun tentu saja manfaat dari tabungan sangat kecil, terkadang tidak sebanding dengan tingkat inflasi.

Deposito

Deposito menawarkan persentase bunga yang lebih tinggi daripada tabungan. Namun, deposito hanya dapat ditarik dalam jangka waktu tertentu. Umumnya setelah satu tahun. Oleh karena itu, deposito biasanya dimiliki oleh mereka yang memiliki kondisi ekonomi yang cukup stabil.

Valas/Forex

Investasi dalam bentuk forex biasanya banyak dicari oleh mereka yang ingin mendapatkan keuntungan lebih cepat. Anda mendapat manfaat dari kinerja perdagangan yang Anda lakukan di broker forex.  Jika Anda menguasai ilmu forex dengan baik, keuntungan bisa mencapai ratusan persen atau berkali-kali lipat dari modal investasi Anda dalam waktu singkat.

Peluang

Pasar saham memberikan peluang keuntungan yang besar. Beberapa orang menyebut pasar saham sebagai investasi jangka panjang. Namun, jika diamati lebih dekat, pasar saham bisa masuk dalam kategori investasi jangka pendek. Hal ini karena pasar saham dapat dilikuidasi setiap saat tanpa harus menunggu dalam jangka waktu tertentu.

Demikian penjelasan dari saya tentang Mengetahui  Risiko Investasi Agar Tidak Rugi semoga bermanfaat, terimakasih.

Baca Juga : Rekomendasi 7 Investasi Modal Kecil Profit Harian, Yuk Mulai Sekarang !!!