Sri Mulyani Penerimaan Pajak Berpotensi Dapat Mengakibatkan Perlambatan Ekonomi di Tahun 2023

48 sec read

Mengakibatkan Perlambatan Ekonomi

Perlambatan Ekonomi – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan perekonomian Indonesia di th. depan dapat melambat jadi 4,7%. Hal tersebut dapat jadi tantangan bagi pemerintah terlebih Kementerian Keuangan di dalam menghimpun penerimaan negara.

Seperti yang diketahui, pemerintah mematok tujuan penerimaan pajak di th. depan sebesar Rp 1.718 triliun. Angka ini tumbuh 15,72% dari tujuan di dalam Peraturan Presiden (Perpres) 98 Tahun 2022 yang sebesar Rp 1.485 triliun.

Mengulik ke belakang, penerimaan pajak sampai 14 Desember 2022 sudah menggapai Rp 1.634,36 triliun, atau 110,06% dari tujuan yang sebesar Rp 1.485 triliun.
Meski penerimaan pajak th. ini tunjukkan pencapaian yang positif, Sri Mulyani tetap mewaspadai ada risiko perlambatan ekonomi di th. depan yang berpengaruh pada penerimaan pajak. Terlebih lagi, perkembangan ekonomi di th. depan diperkirakan tidak dapat menyentuh di atas 5%.

“Tahun depan, tujuan penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.718 triliun, tujuan yang dihitung dengan sangat waspada dan mempertimbangkan koreksi harga komoditas dan perlambatan perkembangan ekonomi di angka 4,7%,” tulis Sri Mulyani di dalam unggahan di instagram pribadinya @smindrawati, dikutip Senin (26/12).

Oleh sebab itu, Sri Mulyani bilang, sebagai keliru satu garda terdepan di dalam mengelola keuangan negara, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) harus tetap beradaptasi dan berinovasi di dalam ikuti dinamika zaman.

“Ini sebuah tantangan bagi DJP. Saya harap semua insan DJP dapat terus walk the talk (melakukan apa yang dikatakan) di dalam mobilisasi tugasnya dan terus mensinkronisasi dengan suasana dan dinamika yang terus bergerak,” tulisnya.

Baca Juga : https://berkahkerja.com/update-suku-bunga-bi-desember-2022/